(PILIHAN KATA/DIKSI) DAN PENULISAN KARANGAN

BAB 4

(PILIHAN KATA/DIKSI)

 

4.1 Pendahuluan

Diksi pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untukn dipakai dalam suatu tutur bahasa. Pemilihan kata dilalukan apabila tersedia sejumlah kata yang artinya sama atau bermiripan. Sebagai contoh, kata mati bersinonim dengan mampus , meninggal, wafat, mangkat, tewas, gugur, berpulang, kembali keharibaan tuhan dan lain sebagainya. Tetapi  kata-kata tersebut tidak dapat bebas digunakan karena memiliki rasa nuansa makna yang membedakannya.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan pertama kemahiran memilih kata hanya di mungkinkan bila seseorang menguasai kemahiran kosa kata yang cukup luas, kedua diksi atau pilihan kata mengandung pengertian upaya atau kemampuan membedakan secara tepat kata kata yang memiliki makna serumpun, dan yang ketiga diksi atau pilihan kata menyangkut kemampuan untu memilih kata kata yang tepat dan cocok untuk situasi tertentu.

  1. a.    Kamus

Untuk memahami arti kata beda anda dapat membuka kamus besar bahasa indonesia, dalam kamus itu tertulis sebagai berikut :

Beda : /beda/             1.  Sesuatu yang menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yang satu dengan benda yang lain; ketidaksamaan.

2.  Selisih; pautan: Barang impor dan barang buatan dalam negeri bedanya tidak seberapa.

Berbeda                     1.  Ada bedanya;  berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yang berbeda, seorang panjang dan seorang lagi pendek.

Berbeda- beda          1.  Berlain-lain; berlainan: kepala sama hitam, pendapat berbeda-beda.

Membedakan            1.  Menyatakan ada bedanya: dia belum dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

2.  Memperlakukan secara tidak berbeda (tidak sama); memisahkan:kita harus dapat membedakan antara urusan pribadi dan urusan dinas.

Membeda-bedakan 1.  Menganggap (memperlakukan) berbeda (tidak sama); pilih kasih: kita jangan membeda-bedakan antara orang kaya dan orang miskin.

Terbeda-bedakan    1.  Dapat dibeda-bedakan.

Perbedaan                1.  Beda; selisih: perpecahan terjadi karena perbedaan paham.

2.  Hal hal yang berbeda; hal hal yang membuat berdbeda: perbedaan perlakuan terhadap tamu menyalahi aturan rumah penginapan itu.

Memperbedakan      1.  Memperlainkan; menganggap(memperlakukan) berbeda (tidak sama) dari yang lain: kamu jangan memperbedakan anak itu, saya kira dia pun sama dengan yang lain.

Pembeda                   1.  Orang yang membedakan.

2.  Alat (hal) yang membedakan.

Pembedaan              1.  Proses; perbuatan, cara membedakan.

 

  1. b.    Tesaurus

Teraurus merupakan khazanah kata yang disusun menurut sebuah sistem tertentu, terdiri dari gagasan-gagasan yang mempunyai pertalian timbal balik sehingga setiap pemakai dapat memilih istilah kata ataukata yang ada di dalamnya, dapat mengetahui asal kata (etimologi), antonimnya, dan kata kata yang berhubungan dengan entri tertentu.

 

4.2 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata :

(a).  Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi

Contoh :  1Bunga edelweis hanya tumbuh ditempat yang tinggi (gunung).

2.  Jika bunga bank tinggi, orang enggan menggambil kredit bank.

(b).  Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.

Contoh :  1. Siapa pengubah peraturan yang memberatkan pengusaha?

2. pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah peubah peraturan  yang  selama ini memberatkan pengusaha.

 

(c).  Dapat membedakan kata kata yang hampir mirip dalam ejaannya

Contoh :  intensif – insentif

Interferensi – inferensi

Karton – kartun

Preposisi – proposisi

Korporasi – koperasi

(d).  Dapat membedakan dengan tepat makna kata – kata abstrak.

Contoh :  keadilan, kebahagiaan, keluhuran, kebajikan, kebijakan dan kebijaksanaan.

(e).  Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.

Contoh :

Pasangan yang salah

Pasangan yang benar

Antara … dengan

Antara … dan

Tidak … melainkan

Tidak … tetapi

Baik … ataupun

Baik … maupun

Bukan … tetapi

Bukan … melainkan

 

Contoh pemakaian kata penghubung yang salah :

  • Antara hak dengan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
  • Korban PHK itu tidak menuntut bonus,melainkan pesangon.
  • Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
  • Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka.

Contoh pemakaian kata penghubung yang benar :

  • Antara hak dan kewajiban pegawai haruslah berimbang.
  • Korban PHK itu tidak menuntut bonus, tetapi pesagon.
  • Baik dosen maupun mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi.
  • Bukan aku yang tidak mau, melainkan dia yang tidak suka.

 

 

 

 

(f).  Dapat membedakan antara kata-kata umum dan kata-kata khusus.

Kata melihat adalah kata umum yang merujuk pada perihal ‘mengetahui sesuatu melalui indera mata’. Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan membuka mata serta menunjuk ke objek tertentu, tetapi juga untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan objek tersebut.

Contoh :

Kata umum : melihat;

Kata khusus : melotot,membelalak, melirik, mengerling, mengintai, mengintip, memandang, manatap, memperhatikan, mengamati, mengawasi, menonton, meneropong.

 

4.3       Gaya Bahasa dan Idiom

4.3.1   Gaya Bahasa

Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan cara yang dipakai untuk menyampaikan sesuatu, ada cara yang memakai perlambang (majas metafora, personifikasi), ada cara yang menekan kehalusan (majas eufemisme, lilotes).

Faktor yang mempengaruhi tampilan bahasa seorang komunikator dalam berkomunikasi :

  • Cara dan media komunikasi  :  lisan atau tulisan, langsung dan tidak langsung, media cetak dan media elektronik.
  • Bidang ilmu  : Filsafat, sastra, hukum, teknik, kedokteran, dan lain-lain.
  • Situasi  : resmi, tidak resmi, setengah resmi.
  • Ruang atau konteks  : seminar, kuliah, ceramah, pidato.
  • Khalayak  :  dibedakan berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial.
  • Tujuan  : membangkitkan emosi, diplomasi, humor, informasi.

4.3.2  Idiom dan ungkapan idiomatik

            Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya, maka setiap kata yang membentuk idiom berarti didalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna. Idiom yang berupa kelompok kata, misalnya gulung tikar, adu domba, muka tembok tidak boleh dipertukarkan susunan nya menjadi tikar gulung, domba adu, tembok muka karena ketiga kelompok kata yang terakhir itu bukan idiom.

 

 

Contoh kata yang belum idiomatik :

  • Polisi bertemu maling.
  • Berita selengkapnya dibacakan Sazli Rais.

Contoh kata yang sudah idiomatik :

  • Polisi bertemu dengan maling.
  • Berita selengkapnya dibacakan oleh sazli rais.

Perhatikan contoh pemakaian kata berpasangan yang salah dalam kalimat berikut, perbaikan nya dengan memakai pasangan kata yang ditempatkan dalam tanda kurung.

  • Kumelut ini disebabkan karena kelalaian kita (disebabkan oleh)
  • Sembako itu diperuntukan untuk rakyat kecil (diperuntukan bagi)
  • Dari jakarta sampai bogor 60 km (sampai ke)
  • Hal ini berdasarkan atas permintaannya (berdasarkan pada)
  • Rombangan itu terdiri enam pria dan empat wanita (terdiri atas/dari)

 

4.3.3 Kesalahan Pemakaian Gabungan Kata dan Kata

4.3.3.1 Kesalahan pemakaian gabungan kata yang mana, di mana, daripada.

  • Marilah kita dengarkan sambutan yang mana akan disampaikan oleh Pak Lurah.
  • Dalam rapat yang mana dihadiri oleh para ketua RT dan RW telah dibacakan.

Kedua kalimat diatas kurang efektif jika mengikutsertakan kata mana dalam kalimat tersebut seharusnya sudah benar dan efektif.

  • Demikian tadi sambutan Pak Lurah di mana beliau telah menghimbau kita untuk lebih tekun bekerja.

Kalimat diatas seharusnya dipecah menjadi dua kalimat, yaitu :

  • Demikian tadi sambutan Pak Lurah.
  • Beliau telah menghimbau kita untuk lebih tekun bekerja.

 

 

 

 

 

 

  • Marilah kita perhatiakan kebersihan daripada lingkungan kita.
  • Tujuan daripada pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan pejabat baru di lingkungan unit kerja kita.

Kalimat diatas kurang tepat  jika mengikutsertakan kata daripada.

Pemakaian gabungan kata di mana, yang mana, dan daripada  yang tepat, yaitu :

a)    Bentuk gabungan di mana dipakai sebagai kata tanya  untuk menanyakan tempat.

Contoh :

  • Di mana anda tinggal?
  • Anda tinggal di mana?
  • Di mana disket itu kamu simpan?

 

b)    Bentuk gabung yang mana dipakai dalam kalimat tanya yang mengandung pilihan, termasuk dalam pertanyaan retoris.

Contoh :

  • Anda akan memakai komputer yang mana?
  • Komputer yang mana yang akan kita bawa?
  • Karena kembar, sukar membedakan yang mana ana yang mana ani.

 

c)    Bentuk gabung daripada dipakai untuk membuat perbandingan atau pengontrasan sesuatu terhadap yang lainnya.

Contoh :

  • Biaya rental internet lebih mahal daripada rental komputer.
  • Daripada kuliah di kota A lebih baik dikota B.

 

4.3.3.2 Kesalahan pemakaian kata dengan, di dan ke

Pemakaian kata dengan dalam kalimat sering tidak tepat, sebagai contoh :

  • Sampaikan salam saya dengan dona.
  • Mari kita tanyakan langsung dengan dokter ahlinya.
  • Rumahnya diagunkan dengan bank.

Kata dengan kalimat diatas harus diganti dengan kepada karena tidak cocok dipakai dalam ketiga kalimat tersebut yang berarti bersama.

Pemakaian kata di dalam kalimat sering tidak tepat seharusnya kata yang dipakai adalah kata yang ditempatkan dalam tanda kurung , sebagai contoh :

  • Dokumen itu ada di kita (pada)

 

Pemakaian kata ke dalam kalimat sering tidak tepat kata yang dipakai adalah kata yang ditempatkan dalam tanda kurung, sebagai contoh :

  • Setelah tugas selesai, harap segera melapor ke dosen (kepada)
  • Tolong berikan buku ini ke Tuty (kepada)

 

4.3.3.3 kesalahan Pemakaian Kata Berbahagia

Pemakaian kata Berbahagia dalam kalimat sering tidak tepat dan keliru , sebagai contoh :

  • Selamat malam dan selamat datang di tempat yang berbahagia ini.
  • Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak hadirin untuk …..

Pemakaian kata Berbahagia  yang tepat, yaitu :

  • Selamat malam dan selamat datang di tempat yang Membahagiakan ini.
  • Pada kesempatan yang Membahagiakan ini, kami mengajak hadirin untuk …..
  • Pada kesempatan yang Menyenangkan ini, kami mengajak hadirin untuk …..

Perhatikan proses perubahan kata sifat menjadi kata kerja dan arti yang ditimbulkan nya :

  • Bahagia (ks) = berbahagia (kk) = ‘merasa bahagia’
  • Sedih (ks) = bersedih (kk) = ‘merasa sedih’
  • Manis (ks) = bermanis muka (kk) = ‘menunjukan muka yang manis’.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENULISAN KARANGAN

8.3 Penggolongan Karangan Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya.

8.3.5  Karangan Persuasi

Dalam bahasa inggris kata to persuade berarti ‘membujuk’ atau ‘menyakinkan’. Bentuk nominanya adalah persuation yang kejadian menjadi kata pungut bahasa indonesia: persuasi.

Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang mungkin berupa fakta , suatu pendirian umum, suatu pendapat/gagasan ataupun perasaan seseorang.

Karangan persuasi digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :

1)    Persuasi politik

2)    Persuasi pendidikan

3)    Persuasi advertensi

4)    Persuasi propaganda

8.3.5.1 Persuasi Politik

            Persuasi politik dipakai dalam bidang polotik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan persuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya.

8.3.5.2 Persuasi Pendidikan

            Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak didik nya supaya mereka giat belajar, senang membaca, dan lain-lain. Seorang motivatordan inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan.

8.3.5.3 Persuasi Advertensi/Iklan

Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu, advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.

Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasiyang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.

8.3.5.4 Persuasi Propaganda

Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuan persuasi propaganda tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye, isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca dan pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengindap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selembaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda.

8.3.6  Karangan campuran

Merupakan sebuah karangan murni , misalnya eksposisi atau persuasi, sering ditemukan karangan campuran atau kombinasi. Isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dengan deskripsi, atau eksposisi dengan argumentasi. Dalam wancana yang lain sering kita temukan nasi berperansebagai ilustrasi bagi karangan eksposisi atau persuasi.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s