ORGANISASI SOSIAL KEPEMIMPINAN

Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik.

Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan

penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya

yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin

yang baik. Suatu organisasi akan  berhasil atau bahkan gagal sebagian

besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia

mengatakan bahwa pemimpinlah  yang bertanggungjawab atas

kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahka

suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu

organisasi pada posisi yang terpenting. Demikian juga pemimpin

dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk

mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.

Membicarakan kepemimpinan  memang menarik, dan dapat

dimulai dari sudut mana saja ia akan diteropong. Dari waktu ke waktu

kepemimpinan menjadi perhatian  manusia. Ada yang berpendapat

bahwa kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia.

Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan

dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.

Mendalami masalah kepemimpinan sebenarnya ada dua pendapat

yang saling tarik menarik. Yaitu antara apakah pemimpin itu dilahirkan

atau pemimpin itu dibentuk dan ditempa. Pandangan pertama, berkisar

pada pendapat bahwa seorang hanya akan menjadi pemimpin yang

efektif karena dia dilahirkan  dengan bakat-bakat kepemimpinan. 2

Sedangkan pandangan kedua, berkisar pada pendapat yang mengatakan

bahwa efektifitas kepemimpinan seseorang dapat dibentuk  dan ditempa.

Sehingga diantara para ahli muncul pendikotomian pandangan tentang

asal usul pimpinan. Paradigma ilmiah yang  paling dapat

dipertanggungjawabkan adalah yang terdapat  diantara kedua pandangan

yang ekstrem itu.

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN :

Keberhasilan maupun kegagalan dari suatu organisasi, apakah

perusahaan, lembaga pemerintah, rumah sakit, ataupun organisasi

sosial lainnya, akan  selalu dikaitkan dengan pemimpin dari

organisasi dimaksud. Dengan kata  lain, kepemimpinan merupakan

unsur kunci dalam menentukan efektivitas maupun tingkat

produktifitas suatu organisasi. Banyak definisi kepemimpinan yang

dikemukakan para ahli, beberapa diantarnya dapat dikemukakan

sebagai berikut:

1. Ordway Tead (dalam Kartini Kartono, 1994:49)

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar

mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang

diinginkan.

2. George  R. Terry (dalam Kartini Kartono, 1994:49)

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar

mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok.

3. K. Hemphill (dalam M. Thoha, 1996:227)

Kepemimpinan adalah suatu inisiatif untuk bertidak yang

menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencari

jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama.

4. Prof. Kimball Young (dalam Kartini Kartono, 1994:50) 3

Kepemimpinan adalah bentuk dominasi didasari kemauan pribadi

yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain unuk berbuat

sesuatu, berdasarkan akseptasi atau penerimaan oleh

kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi

situasi khusus.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat ditarik suatu pengertian

bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk

mempengaruhi, menggeakkan, dan mengarahkan tingkah laku orang

lain atau kelompok untuk mencapai tujuan kelompok dalam situasi

tertentu.

FUNGSI DAN TIPE KEPEMIMPINAN

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka

kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya.

Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74),

fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial

dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan

bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi 9

itu. Pemimpin harus berusaha agar  menjadi bagian didalam situasi

sosial kelompok atau organisasinya. Fungsi kepemimpinan menurut

Hadari Nawawi  memiliki dua dimensi  yaitu:

1. Dimensi yang berhubungan  dengan tingkat kemampuan

mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang

terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.

2. Dimensi yang berkenaan  dengan tingkat dukungan atau

keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan

tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan

dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan

pemimpin.

Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari

Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok

kepemimpinan, yaitu:

1. Fungsi Instruktif.

Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa

(isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana

(waktu memulai, melaksanakan  dan melaporkan hasilnya), dan

dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat

diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin

hanyalah melaksanakan perintah.

2. Fungsi konsultatif.

Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai

komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin

dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan

pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang

dipimpinnya. 10

3. Fungsi Partisipasi.

Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha

mengaktifkan orang-orang yang dipimpinya, baik dalam

pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap

anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk

berpartisipasi dlam melaksnakan  kegiatan yang dijabarkan dari

tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.

4. Fungsi Delegasi

Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan

pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan.

Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan seorang pemimpin

kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan

wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab.

Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan

perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang

pemimpin  seorang diri.

5. Fungsi Pengendalian.

Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif

harus mampu mengatur aktifitas  anggotanya secara terarah dan

dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan

tercapainya tujuana bersama secara maksimal. Dalam

melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan

melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan

pengawasan.

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI SOSIAL

Setiap individu merupakan bagian dari kelompok, karena

didalam kelompok tersebut ia dipengaruhi oleh orang lain dan oleh

lingkungannya, namun sekaligus ia juga mempengaruhi orang lain dan

lingkungan sekitarnya.  Sehubungan dengan hal tersebut kehadiran

manusia lain merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk melestarikan

hidupnya dan mengembangkan diri. Karena dalam  suatu kelompok

individu selalu berkomunikasi dan saling memberikan pengaruhnya

kepada individu lain ditengah kelompoknya. Berdasarkan hal tersebut

peran kepemimpinan merupakan suatu hal yang penting dalam rangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s