Aplikasi Web GIS dan Mobile GIS

Aplikasi Web GIS
 
Dalam tulisan ini saya akan sedikit membahas tentang fitur-fitur dan tools yang ada pada aplikasi Web GIS, dibawah ini saya menggunakan contoh Web GIS Badan Informasi Geospasial (Bakosurtanal)
1.  Badan Informasi Geospasial
Pada Web GIS Badan Informasi Geospasial memiliki banyak sekali fitur-fitur yang berhubungan dengan peta bumi, contohnya :
a.      Jaring kontrol geodesi
b.      Peta rupa bumi, peta kelautan, atlas, peta tematik, dokumen standar.
c.      Jasa survei pemetaan dan jasa diklat
 
Image
 
Image
 
Mobile WEB GIS
 
Diatas telah diberikan beberapa contoh GIS yang disajikan dalam bentuk webdesktop, disini saya pun akan memberikan contoh mobile web GIS :
 
mymenoo menyajikan segala info yang berhubungan dengan menu makanan, yang didalamnya tidak hanya terdapat info lokasi, bahkan harga dan bentuk makanan pun di tampilkan dalam aplikasi mobile ini.
 
Fitur-fitur yang ada pada mymenoo adalah : sleek design, user reviews, ratings, game mechanism, map integration, complete places information, social network, dan Augmented Reality
 
Tools yang digunakan : Augmented Reality, google map

ETIKA DAN PROFESI PERANCANGAN DESAIN GRAFIS

 

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Era globalisasi dalam lingkungan perdagangan bebas antar negara, membawa dampak ganda, di satu sisi era ini membuka kesempatan kerjasama yang seluas luasnya antar negara, namun di sisi lain era itu, membawa persaingan semakin tajam dan ketat, tantangan utama di masa mendatang telah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dan sektor jasa yang mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), teknologi dan manajemen. Begitupun dengan perkembangan industri desain grafis di Indonesia, perkembangannya dapat digolongkan pesat dan secara langsung tentunya menuntut standarisasi kualitas bagi desainer-desainer grafis profesional.

Desain Grafis merupakan bidang profesi yang berkembang pesat sejak revolusi Industri (abad ke-19) saat di mana informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan (poster dan kemasan), penerbitan (koran, buku dan majalah) dan informasi seni budaya. informasi umum (information graphicssignage), pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan, pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (promosi) dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding), komunikasi visual merupakan cakupan dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan/grafika, film dan video, televisi, web design dan CD interaktif.

Bidang profesi Desain Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu desain grafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta/pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik/manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen hubungan masyarakat perusahaan, bagian dari ilmu seni rupa yang dimanfaatkan untuk berkomunikasi.

 

Pengertian Desain Grafis

Desain Grafis itu berasal dari dua kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain grafis ialah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar.

Dalam bidang kompetensi Desain Grafis yang harus dikuasai sebelum bekerja adalah :

  1. Sikap Kerja (Attitude)

Bekerja sebagai penunjang bidang komunikasi membutuhkan manusia yang sadar akan tugasnya sebagai pengantar pesan/informasi. Pada tingkat mula telah disadarkan akan tugas pentingnya aspek informatif. Pada jenjang yang lebih tinggi dibutuhkan wawasan mengenai teori komunikasi untuk melakukan tugas yang lebih rumit dalam olah visualnya. Hal tersebut menyangkut pertimbangan tentang:

  • Pesan/message (apa maksud informasi);
  • Khalayak/audience (siapa masyarakat/pelihat yang dituju);
  • Sasaran/objective (apa yang diharapkan setelah mendapat informasi).

Kerumitan ketiga aspek ini akan berkembang sejalan dengan makin kompleksnya masalah komunikasi yang dihadapi.

2. Pengetahuan, Keterampilan dan Kepekaan (Skill & Knowledge & Sensibility)

Dalam bidang desain grafis beberapa pengetahuan dasar kesenirupaan umum dan keterampilan/kepekaan khusus perlu diperoleh sebelum terjun ke lapangan kerja untuk menyamakan

  • Pengetahuan, keterampilan dan kepekaan oleh unsur rupa/desain (garis, bidang, bentuk, tekstur, kontras, ruang, irama, warna, dan lain-lain) serta prinsip desain (harmoni, keseimbangan, irama, kontras, kedalaman, dan lain-lain). Untuk desain grafis disyaratkan penguasaan garida (grid system) dan kolom halaman.
  • Pengetahuan warna (lingkaran warna, intensitas, analog, saturasi, kromatik, dan lain-lain) dan kepekaan warna, baik aditif (cahaya langsung) maupun subtraktif (pantulan/pigmen), pengetahuan warna monitor (RGB) dan warna untuk percetakan (CMYK, Spot Colour).
  • Memiliki pengetahun dan keterampilan dalam oleh huruf/tipografi: keluarga huruf, ukuran huruf, bobot huruf, istilah dalam tipografi, keterampilan mengolah huruf secara manual (dengan tangan) maupun secara digital.
  • Memiliki ketrampilan menggambar dan kepekaan pada unsur gambar (garis, bidang, warna, dan seterusnya).
  • Memiliki pengetahuan dasar fotografi.

3. Kreativitas (Creativity)

Kemampuan kreatif merupakan kompetensi kunci dalam profesi ini. Bidang desain grafis menuntut hasil yang bukan hanya benar dan sesuai misi komunikasi, tetapi juga karya yang menampilkan keunikan dan kesegaran gagasan. Hal ini jadi penting karena pada dasarnya manusia selalu menuntut hal baru untuk menghindari kebosanan, dalam era banjir informasi seperti yang kita alami saat ini (tiap orang menerima sedikitnya tujuh ribu informasi per hari) pesan yang tak unik/menarik akan hilang ditelan kegaduhan komunikasi. Dalam lingkup demikian kreativitas seorang ahli bidang ini dihargai.

Rancangan Kode Etik dan Tata Laku Profesi

Kode Etik agar mampu menjalankan profesi Desainer Grafis secara profesional :

  1. Menjunjung martabat dan nama baik profesi Desainer Grafis dalam kaitannya dengan pekerjaan, (mendapatkan pekerjaan,) rekan seprofesi, pemberi tugas, pemerintah, profesi lain dan interaksinya dengan masyarakat maupun lingkungan.
  2. 2.      Bertindak jujur, setia, tidak curang dan penuh ketulusan hati dalam menjalankan pekerjaan maupun pengabdian kepada masyarakat.
  3. Mahir dan memahami pekerjaan serta menjalankan pekerjaan seoptimal mungkin. Menghormati prinsip pemberian imbalan yang layak dan memadai sesuai peraturan yang berlaku. Menularkan pengetahuan bidang keahliannya secara wajar kepada yuniornya, rekan profesi, dan kepada dunia akademis kalau dibutuhkan.

Tata Laku Profesi

Tata Laku Profesi sebagai pedoman pelaksanaan dari Kode Etik sebagai berikut : 

  1. Senantiasa berusaha untuk saling mengingatkan rekan anggota lain terhadap tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kode etik profesi.
  2. Memberikan gambaran yang benar terhadap kualifikasi dan pengalaman kerjanya kepada pemberi tugas dan masyarakat.
  3. Menyesuaikan imbalan jasa sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan perilaku keprofesian.
  4. 4.      Mempromosikan jasa-jasa keprofesiannya dengan cara yang berintikan fakta-fakta, terhormat dan tanpa pernyataan-pernyataan atau implikasi yang bersifat membesar-besarkan dan atau memuji diri sendiri yang dapat diasosiasikan sebagai kebohongan. 
  5. Bertindak demi kepentingan pemberi tugas mereka dengan kesetiaan dan kejujuran, sebatas kepentingan pekerjaan yang tidak melanggar hukum.
  6. Mengerjakan tugas mengetahui adanya pertentangan kepentingan antara pemberi tugas dengan kepentingan keamanan, hukum, kesehatan atau kesejahteraan umum.
  7. Memberikan saran-saran yang memadai dan bekerja sama sepenuhnya dengan Anggota atau Profesi Ahli lainnya yang terlibat dalam penugasan ini demi kepentingan Pemberi Tugas.
  8. Mendiskusikan secara bebas dengan anggota-anggota atau rekan-rekan lain masalah-masalah yang bertalian dengan praktek keprofesian, pengalaman dan masalah-masalah serupa.

Bagaimana seorang Desainer Grafis bekerja?

Ketika seorang desainer grafis menerima brief dari klien, idealnya desainer tersebut bekerja mulai dari menganalisa produk, analisa target audience, merumuskan konsep komunikasi visual dan membuat sketsa solusi visual. Setelah idenya disetujui oleh klien baru dimulai proses visualisasi mulai dari pengambilan gambar (foto atau ilustrasi), artistik, layout, komputerisasi, hingga desain aplikasi ke berbagai media yang dibutuhkan.

Desain Graphics Yang Perlu Dipelajari

Desain Grafis merupakan bidang ilmu yang meliputi banyak aspek mulai dari seni, komunikasi, teknologi hingga sosial budaya. Dalam aspek seni rupa misalnya, kita harus mempelajari dasar-dasar seni rupa seperti komposisi, warna, layout, tipografi dan ilustrasi serta aplikasinya dengan teknologi seperti teknik reproduksi grafika, fotografi dan komputer, Karena desain grafis adalah seni rupa terapan, ketika terjun dalam dunia bisnis sebaiknya seorang desainer grafis juga mempelajari ilmu komunikasi, manajemen dan marketing.

Tugas Desainer Grafis

  1. Menyampaikan sebuah pesan ke audiens
  2. Menciptakan desain yang memaksakan atau menyenangkan, yang akan menyempurnakan pesan. Seperti komunikator yang lain, desainer grafis bekerja untuk membuat pesan yang jelas dan seperti setiap seniman yang lain, desainer grafis terkonsentrasi dengan estitika. Tujuan ini tercapai bergantung pada bagaimana baik desainer mengerti media desain dan masalah desain yang telah dibuat.
  3. Membahas mengenai elemen-elemen dasar dan prinsip-prinsip desain. Elemen-elemen ini meliputi garis, bentuk, volume, tekstur, warna, dan format.
  4. Menjadi pemecah masalah (problem solver) untuk kebutuhan komunikasi dalam bentuk visual.
  5. Menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif dengan masyarakat yang dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi massa dan teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa merupakan alat promosi yang ampuh.
  6. Proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Prinsip-prinsip Desain Grafis

 

  1. Metaphor (Metafora)

Adalah aplikasi dari nama atau deskripsi istilah objek lain yang tidak dapat diartikan secara harafiah. Menghubungkan presentasI dan elemen-elemen visual dengan itemitem

yang berkaitan. Contoh: metafora tampilan desktop.

 

  1. Clarity (Kejelasan)

Harus ada alasan yang kuat/masuk akal mengapa kita menggunakan setiap elemen yang berada dalam suatu interface yang kita buat. Penggunaan yang sedikit akan lebih baik.

White Space:

-  Berperan penting bagi mata.

-  Menyediakan simetris dan keseimbangan melalui penggunaannya.

-  Memperkuat dampak pesan.

-  Membiarkan mata beristirahat dari setiap kegiatan elemen.

- Digunakan untuk mengembangkan kesederhanaan, keanggunan, kemewahan, dan kemurnian.

  1. Consistency (Ketetapan)

Konsistensi dalam tampilan, pewarnaan, gambar, ikon, typography, teks, dll. Harus ada konsistensi baik dalam layar maupun antar layar. Dan harus selalu ada metafora dimanapun juga. Setiap platform mungkin memiliki panduannya.

 

Progam pengolah Grafik/Grafis

  1. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggap sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.

  1. Aplikasi Pengolah Film/Video

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini.

  1. Aplikasi Pengolah Multimedia

Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancang sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interaktif dan menarik.

  1. Pengolah 3 Dimensi

Beberapa animasi tiga dimensi yang sering kita lihat di bioskop sudah banyak yang menggunakan software open source pada linux.

  1. Progamming For Design Graphics

Untuk Anda seorang desainer grafis atau sedang belajar desain grafis yang bertujuan untuk masuk di dunia internet sudah wajib hukumnya untuk juga bisa pemrograman.

  1. Font

Desain grafis selain membahas dunia garis dan bidang juga ada yang menggeluti bidang font. Kebutuhan font atau huruf sebagai hasil karya tipografi sangat membantu pada pengerjaan karya desain grafis lainnya.

Kelompok Bidang Desain Grafis

  1. Advertising
  2. Software Design
  3. Web Design
  4. Movie Production
  5. Information Design
  6. Interactive Design
  7. Editorial Design
  8. Book Design
  9. Type Design
  10. Branding Company

 

Kategori Desain Grafis

  1. Printing
  2. Web desain
  3. Film termasuk CD dan DVD
  4. Identifikasi (logo), EGD (Enviromental Graphics Design)
  5. Desain Produk

Materi Yang Dikuasai Desain Grafis

  1. Nirmana

Nirmana adalah ilmu yang mempelajari tentang elemen-elemen desain grafis beserta prinsip-prinsip desain grafis. Didalamnya kita akan mempelajari tentang garis, bentuk, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.

  1. Typografi

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.

  1. Pewarnaan

Pewarnaan penting bagi pencitraan hasil karya desin grafis, karena dengan warna seseorangan akan memahami estetika dari gambar yang kita buat. Warna masuk dalam ilmu nirmana tetapi sebegitu pentingnya sehingga pewarnaan saya buat point tersendiri.

  1. Software

Software adalah pendukung dari apa yang bisa Anda hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis 2 dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan multimedia.

 

  1. Scetch

Lebih mudah dinamai dengan menggambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil karya Anda dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat terasa dan efeknya adalah memudahkan Anda dalam mengolah karya desain menggunakan software.

  1. Kemampuan Umum

Kemampuan umum ini adalah kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis. Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website (website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual karya desain.

Kesimpulan

Unsur unsur yang harus diperhatikan dalam teori desain grafis mencakup suatu bentuk, warna, karakter huruf, komposisi serta ilustrasi visual, unsur tersebut harus diperhatikan oleh seorang desain grafis agar mampu menciptakan sebuah karya desain grafis yang baik. Selain itu seorang desainer grafis dituntut untuk dapat mempertanggung jawabkan desain yang dirancang dengan konsep yang kuat agar memenuhi tuntutan dari seorang client, seorang desainer grafis sebaiknya memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, karena sangat bermanfaat mulai dari proses desain sampai tahap presentasi dihadapan client secara profesional, dan tentu setiap client mengharapkan sebuat hasil kerja yang optimal dan mempromosikan barang atau jasa serta memiliki kemampuan mengembangkan kreatifitas untuk menarik minat konsumen dalam bentuk visual sehingga menimbulkan brand image pada masyarakat.

Dibuat oleh : Fidianingsih, Mariska. A, Meta Kalasari

Tutorial cara mendapatkan informasi tentang lokasi geografis – garis lintang dan bujur SMA YPHB BOGOR

Pada postingan ini saya akan memberikan sedikit tutorial bagaimana cara mendapatkan informasi tentang lokasi geografis – garis lintang dan bujur. Disini saya menggunakan SMA saya yaitu SMA YPHB Bogor. Dengan keyword ‘sma yphb bogor google map’ dan berhasil, setidaknya sebagai langkah awal mencari lokasi yang pasti.

Untitled11

setelah saya menelusuri link tersebut, akan keluar tampilan pilih SMA YPHB BOGOR lalu akan muncul keterangan di peta, namun menurut saya titik itu belum merepresentasikan posisi sebenar-benarnya dan posisi itu belum terverifikasi.

Untitled

klik kanan pada poin yang sekiranya bersangkutan/ dekat dengan daerah SMA YPHB BOGOR, maka akan muncul pilihan, dan pilih “ada apa disini” untuk memperjelas informasi pada peta dan mempersempit pencaharian sehingga kita akan semakin dekat dengan poin yang yang ingin kita cari.

Untitled234

lalu bagaimana cara mencari informasi geografis garis lintang dan bujur jika daerahnya saja belum ada kepastian letaknya dan tidak ada pointer yang menunjukkan letak pastinya ? ada cara mancari pointer tersebut, dengan menunjuk daerah/titik yang kita percaya sebagai letak pastinya secara manual. caranya, klik kanan pada daerah tak berpointer -saya menandainya dengan bintik hitam. yang kita yakini -pada tutorial ini, SMA YPHB BOGOR. lalu pilih pilihan “ada apa disini ?” .

Untitled890

maka akan muncul pointer hijau dan point A yang menandakan posisi yang kita inginkan -SMA YPHB BOGOR, berada. di sebelah kiri ada keterangan jalan beserta kode pos dan pada tab atas, menunjukkan informasi geografis garis lintang dan bujur yang kita cari. -6.577239, 106.807559 . dengan keterangan sebagai berikut :

garis lintang : -6.577239
garis bujur : 106.807559

Untitled5678

Sekian tutorial dari saya mengenai bagaimana cara mendapatkan informasi tentang lokasi geografis – garis lintang dan bujur. materi referensi saya dapatkan dari blog teman saya yang beruntungnya teman saya langsung mendapatkan posisi yang dia inginkan, sedangkan saya harus ber-improvisasi untuk menemukan posisi dengan lokasi SMA yang berbeda . semoga tutorial ini dapat membantu.

Sistem Informasi Geografis

1. Cakupan dan definisi SI

Sistem informasi (SI)  adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Pengertian Sistem Informasi:

Sistem

sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Informasi

Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang di gunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah di klasifikasikan atau diolah atau di interpretasi untuk di gunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Sistem informasi

Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat kelas, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.

Sistem informasi dapat di definisikan sebuah sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan startegi dari organisasi untuk menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang di perlukan untuk mengambil keputusan.

Cakupan Sistem Informasi :

  1. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
    1.  Sistem Informasi Sumberdaya Manusia
  2. Sistem Informasi Manufaktur
    1.  CIM (Computer Integrated Manufacturing)
  3. Sistem Informasi Pemasaran
    1. Otomatisasi armada penjualan (Sales Force Automation)
    2. Manajemen produk
    3. Iklan dan promosi
    4. Penelitian pasar dan peramalan penjualan
    5. Layanan dan dukungan pelanggan
    6. Pemasaran interaktif
  4. Sistem Informasi Akuntansi
    1. Pemrosesan Pesanan (Order Processing)
    2. Pengawasan Inventaris (Inventory Control)
    3. Account Receivable
    4. Account Payable
    5. Penggajian (Payroll)
    6. Buku Besar (General Ledger)
  5. Sistem Informasi Keuangan
    1. Pengelolaan Kas dan sekuritas
    2. Capital Budgeting
    3. Pengelolaan investasi
    4. Perencanaan Keuangan

    Sumber http://d4nt0z.wordpress.com/2013/03/07/sistem-informasi-pengertian-dan-cakupan/

2. Bahasa Pemograman : 

  • Apa yang anda telah pelajari ?  Cobol, C++, Pascal, Java, VB.
  • Bahasa pemograman tingkat ? Object Oriented Language, high level.
  • Apa yang ingin anda pelajari lebih dalam ? Java .

3. Aplikasi SI apa saja yang pernah anda kembangkan atau rencanakan ? Jelaskan spesifikasinya ? Termasuk tool yang digunakan ?

  • Aplikasi SI yang telah saya kembangkan ,yaitu Pembuatan Aplikasi Multimedia Bahasa Inggris Anak TK Berbasis Macromedia Director
  • Untuk spesifikasinya saya meggunakan Macromedia Director 2004
  • Tools yang digunakan dalam aplikasi yang saya kembangkan yaitu Stage, Cast, Score, Properti Inspector

4. Sistem informasi Geografis

Apa yang anda ketahui tentang SIG ? 

SIG adalah sistem yan terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia, prosedur, organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi mengenai daerah – daerah di permukaan bumi.

sumber : http://ditjenbun.deptan.go.id/bbp2tpmed/index.php?option=com_content&view=article&id=67:sistem-informasi-geografis-sig-

Apa yang anda harapkan dari perkuliahan SIG ini ?

memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database yang dimana dapat memberikan Kemudahan & Kecepatan Akses Data yang  bervolume besar.

Apa yang anda akan lakukan untuk target/harapan ?

Saya dapat mempelajari sistem informasi geografis ini dengan mudah juga untuk menambah ilmu pengetahuan tentang sistem informasi dan saya akan memahami dan mengerti pelajaran dari mata  kuliah SIG ini agar target dan harapan saya dapat tercapai atau terwujud.

tiga aspek kata kunci pada definisi kontrol dan langkah-langkah dalam perencanaan audit.

Tiga aspek kata kunci definisi kontrol, yaitu :

1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system)

Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.

2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events)

Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.

3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum (unlawful events).

Langkah – Langkah Dalam Perencanaan Audit

1.      Pemahaman Bisnis dan industri klien

Untuk dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi dan praktik yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan. Dalam hal ini maka diperlukan yaitu,

a.       meriview kertas kerja tahun lalu dalam penugasan audit tahun lalu, kertas itu juga bisa menunjukkan masalah-masalah yang muncul dalam audit yang ada pada tahun lalu.

b.      Meriview data industry dan data klien informasi, untuk mencara informasi dari data tersebut dengan membaca dat aindustri yang dikumpulkan oleh kantor akuntan dan berbagai publikasi (misalnya majalah) yang diterbitkan industry yang bersangkutan.

c.       Melakukan peninjauan ke tempat operasi klien, Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung fasilitas operasi dan perkantoran.

d.      Mengajukan pertanyaaan kekomite audit Komite audit dari dewan komisaris bisa member penjelasan penting kepada auditor mengenai bisnis dan industry iklien. Komite audit juga bisa member informasi kepada auditor tentang perubahan-perubahan penting dalam manajemen perusahaan dan struktur organisasi.

2.      Melaksanakan prosedur dan analitis

Mengevaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data, Mengidentifikasi perhitungan atau perbandinga yang harus dibuat, Mengembangkan harapan, Melaksanakan perhitungan atau perbandingan, Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan, Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan dan Menetukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit

3.      Mempertimbangkan Tingkat Materialistis Awal

Pada tahap perencanaan audit, auditor perlu mempertimbangkan materialitas awal pada dua tingkat berikut ini: (1) tingkat laporan keuangan, dan (2) tingkat saldo akun.

4.      Mempertimbangkan Resiko Audit

Mempertimbangkan Resiko Audit dilakukan untuk mengetahui dan memahami adanya resiko bawaan, pengendalian, deteksi, dan audit pada saat mempertimbangkan opini dalam suatu perusahaan atau organisasi.

5.      Mempertimbangkan Saldo Bawaan

Pada tahap perancanaan audit, auditor harus mempertimbangkan resiko bawaan. Pada tahap pemahaman dan pengujian pengendalian intern, auditor harus mempertimbangkan resiko penegdalian. Pada tahap pelaksanaan pengujian substantif, auditor harus mempertimbangkan resiko deteksi. Pada tahap penerbitan laporan audit, auditor harus mempertimbangkan resiko audit.

6.      Mengembangkan Strategi Audit Awal

Dalam proses mengembangkan strategi audit awal, terdapat dua cara yang dilakukan yaitu Primarilly Susbstantive Approach (Pendekatan Substantif) dan Lower Assesses Level of Control Risk Approach ( Menurunkan Tingkat Resiko Pendekatan Pengendalian).

7.      Review Informasi yang Berhubungan Dengan Kewajiban Klien

Melakukan review informasi kewajiban klien dilakukan untuk memperoleh gambaran ringkas kebijakan dan rencana pemilik dan para manajer, serta untuk memperoleh background information yang dapat berupa ADRT (Anggaran Dasar dan Rumah Tangga), perjanjian persekutuan, Notulen rapat direksi dan pemegang saham kontrak, peraturan pemerintah, dan arsid korespondensi.

8.      Memahami Struktur Pengendalian Intern

Dalam memahami struktur pengendalian intern, seseorang dapat melakukan identifikasi kesalahan penyajian, mempertimbangkan faktor yang memengaruhi resiko kesalahan dalam penyajian material, dan merancang pengujian substantif.

audit sistem informasi

Audit  Sistem  Informasi

“Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien”. (Ron Weber (1999,10)

“Audit sistem informasi merupakan suatu pengevaluasian untuk mengetahui bagaimana tingkat kesenian antara aplikasi sistem informasi dengan prosedur yang telah ditetapkan dan mengetahui apakah suatu sistem informasi telah didesain dan diimplementasikan secara efektif, efesien, dan ekonomis, memiliki mekanisme pengamanan asset yang memadai serta menjamin integritas yang memadai (Gondodiyoto(2003,p.151)

Jadi Audit sistem informasi dapat didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan evaluasi fakta/ evidence untuk menentukan apakah suatu sistem informasi telah melindungi aset, menjaga integritas data, dan memungkinkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien. Dalam pelaksanaan audit digunakan etika profesi yang dirumuskan oleh organisasi profesi Information System Audit and Control Association (ISACA).

JURNAL SISTEM OPERASI WINDOWS vs LINUX

Jurnal ini merupakan pembahasan mengenai versi dari system operasi yang berbeda yatiu antara system operasi windows dengan linux. Apa yang terjadi antara dua sistem operasi yang bisa dibilang cukup tenar sekarang-sekarang ini?. Keduanya merupakan musuh abadi dalam dunia bisnis sistem operasi, windows berusaha menciptakan versi windows yang mudah digunakan oleh end user, sedangkan linux berusaha mengembangkan inovasi open source, sehingga linux dapat dikembangkan oleh siapa saja. Selain itu linux juga mulai mengembangkan versi linux yang memiliki GUI yang mudah digunakan oleh end user misalnya versi U-buntu. Persaingan windows dan linux semakin ketat, windows menawarkan kemudahan dalam menggunakan dan OS windows lebih kompatibel dengan macam-macam software. Namun untuk mendapatkan lisensi windows yang asli memerlukan biaya/cost yang cukup tinggi. Sedangkan OS linux menawarkan inovasi open source yang memungkinkan kita mengembangkan linux, namun tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk mengembangkan linux secara personal. Tentu antara kedua sistem operasi ini mempunyai kelbihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena makalah ini diberi judul Windows vs Linux, dalam jurnal ini akan dibahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari berbagai sisi antara windows dengan linux.

 

Berikut ini adalah mengenai kekurangan dan kelebihan dari sistem operasi windows dan linux:

1. Windows

a) Kelebihan :

- User friendly, ini disebabkan windows memang didesain agar user mudah untuk mengoperasi kan windows.

- Aplikasi dan software banyak dipasaran,banyak software software yang kompatibel dengan windows

- Lebih mudah mencari teknisi jika terjadi crash, karena banyak teknisi yang mengerti sistem opersi windows

b) Kekurangan :

- Biaya lisensi yang cukup mahal, Windows XP berharga sekitar US$300.

- Tingkat keamanan yang kurang karena banyak karena jumlah virus yang dapat merusak windows sangat banyak.

- Jika ada celah dalam windows, konsumen hanya bisa menunggu pihak dari microsoft menutup celah tersebut, hal disebabkan karena windows bersifat closed source.

- Perkembangan lambat, karena rilisnya produk baru tergantung dari pihak microsoft.

 

2. Linux

a) Kelebihan :

- Open source, tidak berlisensi dapat dikembangkan oleh siapa saja tentu yang mengrti soal linux (tingkat advanced).

- Sedikitnya virus yang berkembang di linux membuat sistem operasi ini memiliki tingkat kemanan yang ckup tinggi.

- Perkembangan linux sangat cepat, jika kita lihat dalam paper ini linux lebih banyak karena dalam satu tahun saja linux dapat merilis lebih dari satu sistem operasinya yang terbaru.

b) Kekurangan :

- Susah mencari teknisi jika terjadi crash, karena tidak begitu banyak orang yang mengerti linux bila dibandingkan dengan windows. Namun saat ini sudah banyak orang yang beralih ke linux.

- Tidak user friendly, karena tampilan yang sulit dimengerti oleh user.

- Banyak software/aplikasi yang tidak kompatibel dengan windows.

Image

Setelah kita mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sistem operasi windows dan linux, pilihan ada di tangan end user, mana yang baik dari kedua sistem operasi tersebut. Menurut itu semua adalah subjektif, kedua-duanya tentunya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaan sistem operasi windows dan linux juga sesuai dengan kebutuhan nya. Tidak mungkin untuk pembelajaran sekolah dasar sampai menengah menggunakan sistem operasi linux. Untuk tingkat pendidikan sekolah dasar dan menengah saya rasa siswa-siswa belum sanggup untuk menerima linux. Dan sebaliknya untuk perguruan tinggi sebaiknya menggunakan linux, begitu juga diperkantoran. Karena dengan linux yang bersifat open source perkantoran dapat menghemat budget, hal ini dikarenakan perkantoran menggunakan jumlah pc yang banyak dalam setiap kantornya. Sedangkan untuk perguruan tinggi sangat bermanfaat sebagai pembelajaran sistem operasi yang lebih adavanced. Selain itu dengan menggunakan linux mahasiswa diharapkan dapat menciptakan inovasi linux nya sendiri karena linux bersifat open source siapa saja dapat mengembangkannya. Semua pilihan tergantung kepada kita sebagai end user.

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:BCilEbYjtmoJ:aritapi.files.wordpress.com/2009/12/19283133-windows-vs-linux.pdf+&hl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShenEGSqM0TaLlUC8uMDNFaiWRIemQ1CYpi6TIQE01SpL8wF-Jk2fqLA3z-4BByhhZvImAc3SeCE8UG48KjZuO7JrF9yhUncgWQr3gx_WjcGSQmbp1UZ7ATcSf7AGcyGmS5OnQU&sig=AHIEtbTj4asedLLueDAyfFTKdyLeqxdLdQ